pendapat mengenai guru yang dipidana
Pendidikan
merupakan salah satu hal yang penting dalam kehidupan. Karena, pendidikan
merupakan pendewasaan anak yang belum dewasa yang dibimbing oleh orang yang
sudah dewasa yang dilakukan secara terus-menerus. Melalui pendidikan, dapat
mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter pada anak.
Proses
pendidikan dapat dilakukan dimana saja, selama itu memiliki tujuan. Salah satu
pendidikan formal adalah pendidikan yang dilakukan di sekolah. Sekolah
merupakan lembaga yang di dalamnya terdapat struktur yang dijalankan untuk
mencapai tujuan beresama. Diera sekarang ini, sekolah merupakan hal yang wajib
untuk setiap orang karena, dengan melalui sekolah seseorang akan belajar lebih
intensif. Di Indonesia sendiri diwajibkan bagi setiap anak untuk belajar di
sekolah minimal 9 tahun. Tujuannya adalah untuk menciptakan generasi-generasi
penerus yang berkarakter dan berilmu.
Sekolah
bukan hanya tempat yang didalamnya mengajarkan tentang matematika, fisika,
kimia, dan lain-lain. Tetapi, sekolah dan guru khususnya memiliki tanggungjawab
yang lebih besar dari itu. Bukan hanya mengajarkan pelajaran-pelajaran formalitas
untuk mendapatkan nilai yang berupa angka, namun yang lebih penting dan lebih
berat adalah bagaimana guru bisa membentuk perilaku anak didiknya menjadi pribadi
yang berkarakter, yang berakhlak mulia, dan dapat mengaplikasikan
pelajaran-pelajaran yang diberikan oleh guru dalam kehidupannya.
Bagi
seorang guru, mengajarkan pelajaran-pelajaran umum kepada peserta didik mungkin
lebih mudah dari pada membentuk karakter peserta didik. Karena, mengajarkan
pelajaran umum tinggal dikasih penjelasan, diberi soal latiahan, maka anak akan
paham. Namun, membentuk karakter peserta didik guru harus memahami sifat dasar
anak. Seorang guru berkewajiban memperbaiki moral peserta didik, dari yang
dulunya kurang baik menjadi baik, dari yang dulunya sudah baik menjadi lebih
baik.
Selain
kerja keras guru dalam pembentukan karakter, juga diperlukan kesadaran dan
usaha dari peserta didik untuk menjadi orang yang lebih baik. Jika hanya guru
yang berperan disini, maka tidak ada perubahan yang terjadi pada kerakter anak.
Karena anak hanya akan mendengarkan nasihat guru namun tidak mengaplikasikannya
dalam kehidupan sehari-hari.
Pelajar-pelajar
zaman sekarang lebih berpikir bagaimana dia mendapat nilai yang bagus, naik
kelas dengan peringkat terbaik, namun kurang menyadari bagaimana dia bisa
memperbaiki diri dari kebiasaan yang kurang baik. Kebiasaan-kebiasaan yang
telah lama dijalankan memamng sulit untuk dirubah jika hanya dibayangkan saja
dan tidak diimbangi dengan kemauan dan usaha yang keras untuk memperbaiki diri.
Nilai
memang penting, dengan memiliki nilai yang baik akan memperlancar proses
perjalanan studi. Namun, sebagai pelajar tidak boleh hanya memikirkan bagainana
mendapatkan nilai yang baik, sehingga ia akan melalukan cara apapun untuk
mendapatkan nilai yang baik. Tetapi, juga harus diimbangi dengan kualiatas diri
yang baik pula. Dalam kehidupan bermasyarakat, tidak dilihat berapa nilai kita
saat sekolah, namun dilihat bagaimana cara kita berbaur dalam masyarakat,
memposisikan diri sebagai masyarakat yang bertanggungjawab. Akan lebih ideal
jika kita di sekolah memiliki nilai yang baik dan juga memiliki kepribadian
yang baik pula. Dengan seperti itu, kita dapat menjadi masyarakat yang
berkarakter juga berilmu.
Itulah peran
penting sekolah, tidak hanya membentuk anak yang pintar tetapi juga
berkarakter.
Akhir-akhir
ini beredar berita bahwa ada wali siswa memidanakan seorang guru, dengan alasan
kekerasan yang dilakukan guru kepada anaknya. Seharusnya, jika merambah sampai
dipiadanakan, kasus tersebut harus dukupas tuntas apa motif sang guru melakukan
kekerasan. Apakah ia sengaja melakukan kekerasan tersebut karena dendam, atau
karena dia terpaksa melakukan kekerasan yang merupakan salah satu metode yang
diterapkan untuk mendidik peserta didik. Jika sang guru melakukan kekerasan
kepada anak dengan disengaja dan dapat mengganggu psikis peserta didik atau
bahkan merenggut masa depannya, guru tersebut memang harus dipidanakan, karena
itu telah melangnggar norma-norma dan etika seorang guru sebagai pengajar dan
pendidik. Atau bahkan diberi sanksi yang membuat efek jera sehingga tidak
muncul lagi guru-guru yang mengkhianati profesi dan amanah yang diberikan
kepadanya sebagai pengajar dan pendidik.
Lain
halnya jika guru tersebut terpaksa melakukan kekerasan karena anak tersebut
memang sulit dinasihati dengan kata-kata, sehingga guru tersebut terpaksa
melakukan kekerasan agar peserta didik mampu melaksanakan aturan yang berlaku
demi perbaikkan dan pendisiplinan diri peserta didik kedepannya.
Apabila
dalam kasus tersebut guru melakukan kekerasan kerena untuk menjadikan pesrta
didik menjadi lebih baik, seharusnya itu didukung bukan malah dipidanakan.
Seperti sudah dijelaskan di atas karena sejatinya tugas guru bukan hanya
sekadar sebagai pengajar namun juga pendidik. Jika tugas mulia seorang guru
sebagai pendidik dipandang sebelah mata, dan hanya dipandang bahwa tugas
seorang guru adalah mencerdaskan peserta didik itu adalah suatu pandangan yang
keliru.
Negara
ini tidak hanya membutuhkan generasi yang
pandai dalam pelajaran-pelajaran umum, tetapi bangsa ini butuh generasi
yang pandai juga karakter baik yang berkualitas. Jika generasi muda bangsa
hanya pintar saja itu kurang sempurna, bangsa ini butuh penerus yang berilmu,
yang cerdas dan berkarakter. Karena terlalu pintar ia akan menyalahkan
kepintarannya yang nantinya akan merugikan dan mencoreng nama baik negara.
Misalnya saja korupsi. Namun sebaliknya apabila generasi muda saat ini dididik
untuk menjadi pribadi yang tidak hanya pintar namun berakhlak dan berkarakter,
maka negara ini nantinya akan dipenuhi oleh orang-orang hebat yang akan
berpikir ribuan kali untuk melakukan korupsi walaupun ada kesempatan sekalipun.
Perwujudan
generasi yang berakhlak dan berkarakter bukan hanya tugas seorang guru, namun
juga dukungan dan kerjasama orang tua untuk mencetak generasi-generasi tangguh
penerus bangsa, yang nantinya akan melanjutkan perjuangan memajukan bangsa demi
terwujudnya bangsa yang bermasa depan cerah.
Komentar
Posting Komentar